Berita Terkini

Sosialisasi Inovasi Teknologi Budidaya Talas Jepang (Satoimo) di Kec. Marioriwawo

Kamis, 28 Maret 2019, Bertempat di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian, Desa Congko Kecamatan Marioriwawo dilaksanakan Sosialisasi Inovasi Teknologi Budidaya Talas Jepang (Satoimo) sebagai salah satu upaya mempercepat diseminasi inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh BPTP Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bagian dari pendampingan kawasan pengembangan Talas Jepang (Satoimo) bekerja sama dengan BPP Kecamatan Marioriwawo Dinas Pertanian Kab. Soppeng.

Talas Jepang merupakan salah satu jenis komoditi pangan non beras yang akan digalakkan pengembangannya di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Soppeng. Hal tersebut tergambar dari salah satu program prioritas pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dibawah kendali Gubernur H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr, yaitu peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan, yang salah satunya adalah Talas Jepang (Satoimo) ini. Berdasarkan informasi, untuk tahap awal tahun 2019 ini, ada sekitar 15 hektar lahan yang menjadi sasaran di Kabupaten Soppeng, khususnya Kecamatan Marioriwawo. Hal tersebut menjadi salah satu dasar sehingga dilakukan sosialisasi tersebut.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng Ir. Fajar, MMA. yang memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Adapun narasumber sosialisasi dari Tim BPTP Sulawesi Selatan yang menyampaikan terkait teknis pelaksanaan kegiatan dan juga teknologi budidaya talas Jepang yang dipandu oleh Koordinator BPP Kecamatan Marioriwawo H. Muh. Saleh, S.Pt. Sedangkan peserta yaitu para petani yang masuk dalam daftar calon lokasi/calon petani kegiatan pengembangan Budidaya Talas Jepang di Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng sebanyak 30 orang, termasuk penyuluh pertanian lokasi kegiatan.

Dihimpun dari berbagai sumber, Talas Jepang ini dikembangkan dengan orientasi ekspor, terutama ke Negeri Sakura Jepang. Kebutuhan Talas tersebut di Negara Jepang, cukup tinggi karena menjadi makanan utama bagi sebagian besar masyarakat Jepang sebagai pengganti Beras dan Kentang, karena dianggap memiliki kandungan karbohidrat dan gula yang lebih rendah sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi. Semoga pengembangan Talas Jepang di Kabupaten Soppeng ini bisa berhasil dan bisa menjadi salah satu komoditi alternatif dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani soppeng.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button